Kesalahan Blue Screen of Death (BSOD) dengan pesan "Page Fault In Nonpaged Area" merupakan salah satu masalah teknis yang paling sering dikeluhkan oleh pengguna Windows karena sifatnya yang menghentikan seluruh aktivitas sistem secara mendadak. Secara teknis, galat ini terjadi ketika sistem operasi meminta data dari alamat memori yang seharusnya tersimpan secara permanen di area "non-paged" (area RAM yang datanya tidak boleh dipindahkan ke memori virtual di disk), namun data tersebut tidak ditemukan. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kegagalan modul RAM fisik, sektor hard drive yang rusak, hingga driver perangkat keras yang korup atau tidak kompatibel setelah pembaruan sistem. Memahami bahwa kesalahan ini sering kali merupakan cara Windows melindungi integritas data Anda dari kerusakan lebih lanjut adalah langkah awal yang penting agar Anda tidak panik saat menghadapi layar biru ini.
Langkah pertama dalam melakukan perbaikan adalah dengan memeriksa integritas file sistem dan kondisi driver yang terpasang, karena ketidaksinkronan perangkat lunak adalah penyebab utama dalam banyak kasus. Anda sangat disarankan untuk masuk ke Safe Mode jika Windows tidak dapat melakukan booting secara normal. Setelah masuk ke sistem, jalankan perintah SFC (System File Checker) dan CHKDSK (Check Disk) melalui Command Prompt dengan hak akses administrator. Perintah sfc /scannow akan memindai dan memperbaiki file sistem yang rusak, sementara chkdsk /f /r akan memeriksa kesehatan sektor pada penyimpanan Anda. Selain itu, melakukan pembaruan atau justru melakukan rollback (mengembalikan ke versi sebelumnya) pada driver kartu grafis dan chipset sering kali menjadi solusi instan jika galat ini muncul sesaat setelah Anda memasang perangkat keras baru atau melakukan pembaruan otomatis.
Apabila solusi perangkat lunak belum memberikan hasil, maka fokus investigasi harus dialihkan pada kesehatan fisik memori akses acak (RAM) dan pengaturan memori virtual. Anda dapat menggunakan alat bawaan Windows bernama Windows Memory Diagnostic untuk memindai kerusakan pada modul RAM secara otomatis saat komputer melakukan restart. Jika alat tersebut melaporkan adanya masalah, cobalah untuk mencopot kepingan RAM secara fisik, membersihkan pin emasnya dengan penghapus karet bersih, dan memasangnya kembali pada slot yang berbeda. Sering kali, debu atau pemasangan yang kurang sempurna pada slot memori memicu kegagalan komunikasi data yang berujung pada pesan kesalahan ini. Selain itu, Anda juga bisa mencoba menonaktifkan fitur "Automatically manage paging file size for all drives" di pengaturan Advanced System Settings dan mengaturnya secara manual untuk memastikan sistem tidak mencoba mengakses area memori yang bermasalah.
Sebagai langkah terakhir dan pencegahan di masa depan, pastikan sistem BIOS atau UEFI pada motherboard Anda selalu diperbarui ke versi paling stabil, karena perbaikan mikrokode sering kali disertakan oleh produsen untuk mengatasi masalah manajemen memori. Menonaktifkan fitur Fast Startup di Windows juga terbukti efektif bagi beberapa pengguna, karena fitur ini sering kali menyimpan data sistem yang tidak stabil ke dalam file hibernasi yang kemudian dimuat kembali saat komputer dinyalakan. Jika semua langkah di atas gagal, melakukan Reset This PC atau instalasi ulang Windows yang bersih mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan korupsi data yang sudah terlalu mendalam di level registry. Dengan melakukan pemeliharaan rutin seperti pembersihan debu fisik pada komponen dan menjaga pembaruan driver tetap terkendali, stabilitas sistem Anda akan terjaga dan risiko terkena gangguan BSOD di masa depan akan berkurang secara signifikan.
Posting Komentar